Diagonal Select - Hello Kitty 2

Minggu, 30 September 2012

Tugas 1 "Softskill Bahasa Indonesia"

Diposting oleh Rr.Raharjeng TW (ajeng) di 19.46 0 komentar
Nama   : Rr. Raharjeng TW
NPM    : 15110521
Kelas    : 3 KA 27
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 1 (Softskill)

Tugas 1 : Bagaimana sikap generasi muda saat ini dalam melestarikan Bahasa Indonesia ?


Kenyataan miris yang terjadi di masyarakat adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dalam melakukan interaksi pembelajaran di kelas, melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia.Hal itu dinilai akibat sikap siswa yang menyepelekan mata pelajaran bahasa Indonesia dan dianggap tidak penting untuk dipelajari. Terlebih lagi intervensi dari bahasa asing yang sejalan dengan masuknya arus globalisasi di Indonesia mengakibatkan bahasa Indonesia di pandang sebelah mata dan dianggap tidak gaul.
Sikap yang harus dilakukan generasi muda saat ini dalam melestarikan bahasa indonesia, khususnya yang berkecimpung di dunia pendididkan adalah membuat anak-anak muda memiliki disiplin berbahasa. Bahasa Indonesia yang senantiasa berkembang perlu diimbangi dengan visi dan karakter yang kokoh sebagai bahasa yang mencerminkan jati diri bangsa. Hal itu dapat diwujudkan oleh sikap kebanggaan bahasa dan sikap kesetiaan bahasa. Generasi muda, terutama pelajar adalah pionir yang perlu dijadikan sasaran utama untuk menumbuhkan sikap kebanggaan dan kesetiaan bahasa dengan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal maupun nasional agar tidak terkikis budaya populer yang kurang sejalan dengan jati diri bangsa. 

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan Bahasa Indonesia :

1.    Mengadakan dialog interaktif melalui media siaran radio dan siaran televisi online yang menghadirkan sejumlah pakar, pendidik, seniman, sastrawan, dan masyarakat untuk menjaring fenomena yang menghambat pembelajaran bahasa.

2.    Mendirikan pusat dokumentasi ilmu secara online yang bisa diakses oleh semua orang di seluruh duni sebagai refrensi atau bahan pembelajaran melalui penyediaan buku-buku yang berkualitas sehingga merangsang minat dan kecintaan terhadap buku, membaca, dan menghasilkan karya.

3.    Pencerahan kebahasaan dan kelas menulis bagi kaum muda sehingga mampu meningkatkan kemampuan menulis sekaligus membangun kesadaran dokumentasi pribadi

4.    Menyediakan ruang kreativitas bagi anak dan kaum muda untuk mengasah pemikiran dan rasa empati sehingga merangsang lahirnya jiwa kreatif dan kompetitif.

Rabu, 04 April 2012

Contoh Soal Pendapatan Nasional

Diposting oleh Rr.Raharjeng TW (ajeng) di 06.14 0 komentar
Jika diketahui Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2004 adalah Rp 131.101,6 Miliar. Pendapatan/Produk neto terhadap Luar Negeri Rp 4.955,7 Miliar, Pajak tidak Langsung Rp 8.945,6 Miliar, Penyusutan Rp 6.557,8 Miliar, Iuran Asuransi Rp 2,0 Miliar, Laba ditahan Rp 5,4 Miliar, Transfer Payment Rp 6,2 Miliar dan Pajak Langsung Rp 12,0 Miliar. Hitunglah :

a). GNP
b). NNP
c). NI
d). PI
e). DI

Jawab ;
a). GNP  = GDP + Produk Neto terhadap Luar Negeri
= Rp 131.101,6 Miliar + Rp 4.955,7 Miliar
= Rp 136.057,3 Miliar

b). NNP  =  GNP – Penyusutan
=  Rp 136.057,3 Miliar – Rp 6.557,8 Miliar
= Rp 129.499,5 Miliar

c). NI = NNP – Pajak tidak Langsung
= Rp 129.499,5 Miliar – Rp 8.945,6 Miliar
= Rp 120.553,9 Miliar

d). PI = (NI + Transfer Payment) – (iuran asuransi + iuran jaminan sosial + Laba di tahan + Pajak Perseorangan)
= (Rp 120.553,9 Miliar + Rp 6,2 Miliar) – (Rp 2,0 Miliar + Rp 5,4 Miliar)
= Rp 120.560,1 Miliar – Rp 7,4Miliar
= Rp 120.552,7 Miliar

e). DI = PI – Pajak Langsung
= Rp 120.552,7 Miliar – Rp 12,0 Miliar
= Rp 120.540,7 Miliar 

sumber :: buku pengantar teori ekonomi makro edisi 3

Selasa, 03 April 2012

Contoh Soal Pendapatan Nasional

Diposting oleh Rr.Raharjeng TW (ajeng) di 17.35 0 komentar
1. Diketahui :

Dalam satuan juta

a. Pendapatan Nasional Rp. 1.000,8
b. Pajak – pajak Pribadi Rp. 082,8
c. Tabungan Pribadi Rp. 036,0
d. Investasi Bruto Rp. 201,6
e. Disposable Income Rp. 792,0
f. Pajak – pajak Tidak Langsung Rp. 115,2
g. Ekspor Netto Rp. 021,6
h. Investasi Netto Rp. 118,8
I. Bunga Yang Dibayar Konsumen Rp. 018,0

Ditanya:

1. Pendapatan Personal (Personal Income)
2. Besarnya Pengeluaran Konsumsi
3. Besarnya Pengeluaran Pemerintah

Jawab:

1. Pendapatan Personal – Pajak Pendapatan Personal = Pendapatan Personal Disposabel

( PP – PPP = PPD )

PP = PPD + PPP

= 792,0 + 082,8
= 874,8

2. Besarnya Pengeluaran Konsumsi:

= Pajak – pajak Tidak Langsung + Bunga Yang Dibayar Konsumen
= 115,2 + 018,0
= 133,2


3. Besarnya Pengeluaran Pemerintah: 792,0

Minggu, 18 Maret 2012

BUNGA PINJAMAN KONSUMEN DAN PEMERINTAH

Diposting oleh Rr.Raharjeng TW (ajeng) di 06.05 42 komentar


Pendapatan masyarakat lain yang tidak tergolong kepada pendapatan nasional tetapi termasuk di dalam pendapatan pribadi adalah pendapatan yang berupa bunga ke atas utang Negara dan bunga ke atas pinjaman untuk konsumsi. Sebab – sebabnya kedua jenis bunga tersebut tidak termasuk sebagai pendapatan nasional. Karena pendapatan pribadi meliputi semua pendapatan masyarakat, tanpa menghiraukan apakah pendapatan itu diperoleh dan menyediakan factor – factor produksi atau tidak, maka wajiblah kedua jenis bunga di atas dimasukkan ke dalam pendapatan pribadi.
YANG TIDAK TERMASUK DALAM PENDAPATAN PRIBADI
Uraian yang baru dilakukan menerangkan tentang jenis pendapatan yang tidak termasuk dalam pendapatan nasional tetapi merupakan bagian dari pendapatan pribadi. Sekarang baiklah dilihat pendapatan yang tergolong dalam pendapatan nasional tetapi tidak termasuk sebagai pendapatan pribadi. Pendapatan yang dimaksudkan adalah :
·         Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan
·         Pajak yang dikenakan pemerintah ke atas keuntungan perusahaan
·         Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan dan para pekerja kepada dana pensiun.

Jenis – Jenis Pembayaran Pindahan

Diposting oleh Rr.Raharjeng TW (ajeng) di 06.02 0 komentar


Pengeluaran pemerintah yang dapat digolongkan sebagai pembayaran pindahkan antar lain adalah bantuan – bantuan yang diberikan kepada para penganggur, uang pensiun yang dibayarkan kepada pegawai pemerintah yang tidak bekerja lagi, bantuan- bantuan kepada orang cacat, bantuan kepada veteran dan berbagai beasiswa yang diberikan pemerintah. Penerima – penerima berbagai jenis pendapatan ini tidak perlu melakukan sesuatu pekerjaan apa pun untuk memperoleh bantuan – bantuan tersebut. Dengan demikian pembayaran itu bukanlah pendapatan yang tercipta sebagai akibat dari penggunaan sesuatu jenis factor produksi dalam kegiatan produktif.
         Di dalam penghitungan pendapatan nasional terdapat pula satu bentuk lain dari pembayaran pindahan, dan ia lebih lazim disebut dengan istilah subsidi atau bantuan, yaitu bantuan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang penting artinya dalam perekonomian’dan bantuan kepada para petani. Di banyak Negara maju para petani dibantu oleh pemerintahdengan cara memberikan pembayaran tambahan kepada mereka apabila harga penjualan produksi mereka di pasar sangat rendah. Subsidi atau bantuan seperti ini tidak tergolong sebagai pembayaran pindahan karena penerima subsidi telah melakukan kegiatan yang produktif dan factor inilah yang menyebabkan mereka memperoleh bantuan – bantuan pemerintah yang diberikan kepada mereka.
        

Oleh sebab itu,berbeda dengan pembayaran pindahan yang disebutkan terdahulu,subsidi seperti yang diberikan kepada para petani tersebut termasuk dalam pendapatan nasional. Subsidi yang diterima oleh perusahaan – perusahaan dan para petai dari pemerintah termasuk dalam pendapatan nasional yang dihitung menurut harga factor. Apabila sesuatu perusahaan menerima subsidi dari pemerintah maka subsidi ini pada akhirnya akan diterima oleh factor – factor produksi yang digunakan oleh perusahaan itu. Dengan demikian pada akhirnya subsidi tersebut akan merupakan pendapatan nasional. Ini berarti subsidi bukan saja termasuk dalam pendapatan pribadi tetapi juga termasuk dalam pendapatan nasional.

PENDAPATAN PRIBADI DAN PENDAPATAN DIPOSEBEL

Diposting oleh Rr.Raharjeng TW (ajeng) di 05.58 0 komentar



Di dalam perhitungan pendapatan nasional Amerika Serikat dan Negara – Negara industry lainnya terdapat dua jenis istilah lain yang telah ditentukan nilainya dan yang rasanya adalah penting untuk diketahui dan diterangkan. Kedua istilah itu tidak dapat terdapat di dalam system penghitungan pendapatan nasional di Indonesia. Istilah- istilah yang dimaksud adalah pendapatan pribadi dan pendapatan disposebel.
Pendapatan Pribadi
Pendapatan pribadi dapat diartikan sebagai semua jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apapun, yang diterima oleh penduduk sesuatu Negara. Dari istilah pendapatan pribadi ini dapatlah disimpulkan bahwa dalam pendapatan pribadi telah termasuk juga pembayaran pindahan. Pembayaran tersebut merupakan pemberian – pemberian yang dilakukan oleh pemerintah kepada berbagai golongan masyarakat di mana para penerimanya tidak perlu memberikan suatu balas jasa atau usaha apa pun, sebagai imbalannya.

HUBUNGAN DI ANTARA GNP DAN NI

Diposting oleh Rr.Raharjeng TW (ajeng) di 05.53 0 komentar






Dalam perhitungan cara pengeluaran nilai pendapatan nasional yang diperoleh adalah Produk Nasional Bruto atau GNP, sedangkan perhitungan cara pendapatan menghasilkan pendapatan nasional (National Income) atau NI. Bagaimana perkaitan di antara kedua konsep tersebut?. Cara mendapatkan pendapatan nasional neto, produk nasional bruto harus dikurangi oleh depresiasi. Pada tahun 1997 nilai produk nasional bruto Amerika Serikat adalah 8.603 milyar dolar US. Nilai depresiasi adalah US$ 868 milyar dan ini meliputi hampir 11 persen dari produk nasional bruto. Dengan demikia produk nasional neto bernilai US$ 7.195 milyar. Untuk memperoleh pendapatan nasional pajak tak langsung harus dikurangkan dari produk nasional neto, sedangkan subsidi ditambahkan.
 

Rr.Raharjeng TW's bLog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review